Paradoks Kebijakan Efisiensi Prabowo
DOI:
https://doi.org/10.54144/govsci.v6i2.124Kata Kunci:
Prabowo’s Government, Budgeting, Efficiency, Inconsistency, ParadoxAbstrak
Setelah dilantik menjadi Presiden ke 8 Indonesia, Presiden Prabowo memutuskan untuk menambah jumlah kementrian, menteri, wakil menteri dan pejabat setingkat menteri. Tercatat, ada 48 kementrian di era Prabowo, jauh lebih besar dari di era Pemerintahan sebelumnya. Tentu, penambahan jumlah kementrian ini berbanding lurus dengan semakin besarnya anggaran negara untuk mendorong kinerja kementrian. Namun, di sisi lain, lewat inpres no 1 tahun 2025 Presiden Prabowo memutuskan untuk melakukan efisiensi anggaran belanja dan APBN-APBD 2025. Berbagai kementrian dan lembaga negara dengan adanya inpres ini memangkas anggaran meski ada lembaga dan kementrian yang tidak terdampak. Disini terlihat bahwa terhadap inkonsistensi dari 2 kebijakan di awal kepemimpinan prabowo. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis bagaimana inkonsistensi tersebut dengan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat paradoks dari dua kebijakan Presiden Prabowo namun hal tersebut mempunyai alasan tersendiri yaitu kepentingan akomodatif kompromistis dan politik transaksional dalam banyaknya kementrian di era Prabowo dan kepentingan untuk mengalokasikan anggaran yang besar dalam program populis prabowo yaitu makan bergizi gratis.
Kata Kunci: Prabowo, Kabinet, Efisiensi, Inkonsistensi, Paradoks
Referensi
Arifin, B. (2025, June 2). Ironi Anggaran Fantastis Makan Bergizi Gratis. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/opini/20250602101810-14-637703/ironi-anggaran-fantastis-makan-bergizi-gratis
Basyari, I. (2023, October 16). Pascaputusan MK, KPU Revisi Syarat Usia Capres-Cawapres. KOMPAS. Retrieved from https://www.kompas.id/baca/polhuk/2023/10/16/kpu-revisi-syarat-usia-capres-cawapres-di-hari-pertama-tahapan-pencalonan-presiden-wakil-presiden
CNN Indonesia. (2025, February 14). Daftar Kementerian dan Lembaga Terkena Efisiensi Anggaran. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250214075550-32-1198165/daftar-kementerian-dan-lembaga-terkena-efisiensi-anggaran
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Damanik, I., Rompas, A., Nadia, Z., Berenschot, W., & Warburton, E. (2025). Business-Politics Relations in Indonesia: The Oligarchisation of Democracy. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 61(1), 39–60. https://doi.org/10.1080/00074918.2024.2442417
de Vreese, C. H., Esser, F., Aalberg, T., Reinemann, C., & Stanyer, J. (2018). Populism as An Expression of Political Communication Content and Style: A New Perspective. The International Journal of Press/Politics, 1–16. https://doi.org/10.1177/1940161218790035
Efriza. (2018). Koalisi dan Pengelolaan Koalisi pada Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Populis: Jurnal Sosial dan Humaniora, 3(2), 733–750.
Fajriadi, A. I. (2024, October 21). Daftar 17 Nama Menteri Jokowi yang Dipakai Lagi di Kabinet Merah Putih Prabowo. https://www.tempo.co/politik/daftar-17-nama-menteri-jokowi-yang-dipakai-lagi-di-kabinet-merah-putih-prabowo-808910
Fatah, E. S. (2014, April 21). Koalisi Tanpa Dagang Sapi. Media Indonesia, 14.
Hadi, F., Humam, M. L., Chawarizmi, Z., & Romadoni, A. (2024, October 21). Muzani Jelaskan Alasan Prabowo Tambah Jumlah Menko Jadi 7. https://kumparan.com/kumparannews/muzani-jelaskan-alasan-prabowo-tambah-jumlah-menko-jadi-7-23l3LX7Ssrl/1
Hanusch, M. (2012). Coalition Incentives For Political Budget Cycles. Public Choice, 151(1/2), 121–136.
Holcombe, R. G. (2021). Populism: Promises and Problems. The Independent Review, 26(1), 27–37.
Ihsanuddin. (2024, October 21). Daftar Menteri Prabowo dari Parpol, Golkar Dapat Jatah Terbanyak. KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2024/10/21/11435681/daftar-menteri-prabowo-dari-parpol-golkar-dapat-jatah-terbanyak
Intan, G. (2024, October 25). Prabowo: Jumlah Menteri Banyak Bukan Masalah. https://www.voaindonesia.com/a/prabowo-jumlah-menteri-banyak-bukan-masalah/7837969.html
Intan, G. (2025, February 15). Mulai Maret, Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Per Bulan Untuk MBG. https://www.voaindonesia.com/a/mulai-maret-pemerintah-gelontorkan-rp2-triliun-per-bulan-untuk-mbg/7995290.html
Layyina, T. H., Umar, M. R., Rahmadhani, M. A., Cindy, & Ridwan. (2024). Analysis of the Political Oligarchy DPR of Indonesia During the Jokowi Administration (2019-2024). ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities, 4(6), 717–724. https://doi.org/10.35877/soshum3416
Manucci, L. (2017). Populism and The Media. In C. R. Kaltwasser, P. Taggart, P. Ochoa Espejo, & P. Ostiguy (Eds.), The Oxford Handbook of Populism (Vol. 1, pp. 467–492). Oxford University Press.
Surat Edaran Menteri Keuangan RI tentang Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2025, No. S-37/MK.02/2025 (2025).
Narasi Newsroom. (2025, February 10). Presiden Prabowo Soal Efisiensi Anggaran: Saya Mau Menghemat Uang Itu Untuk Rakyat | Narasi Daily [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=EPoZW5RuM5k
Nugroho, N. P. (2024, October 10). Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Kabinet Gemuk: Negara Kita Besar, Bung!. https://www.tempo.co/politik/prabowo-ungkap-alasan-bentuk-kabinet-gemuk-negara-kita-besar-bung-1063721
Rahayu, R., Putri, R. S., Putra, H. R., Antara, Fajri, D. A., & Reliubun, I. (2024, February 4). Sederet Menteri-Wakil Menteri Jokowi yang Aktif Kampanye Dukung Prabowo-Gibran, dari Luhut hingga Bahlil. Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/sederet-menteri-wakil-menteri-jokowi-yang-aktif-kampanye-dukung-prabowo-gibran-dari-luhut-hingga-bahlil-90653
Rassat, F. S. (2023, November 8). indEX: Kepuasan publik terhadap Jokowi jadi faktor penentu Pilpres. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/3814302/index-kepuasan-publik-terhadap-jokowi-jadi-faktor-penentu-pilpres
Republik Indonesia. (2025). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Sekretariat Negara. https://djpk.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2025/02/Inpres-1-Tahun-2025.pdf
Revanda, H. (2024, January 24). Pengamat Bilang Jokowi Turun Gunung di Jawa Tengah untuk Kerek Elektabilitas Prabowo-Gibran | tempo.co. Tempo. https://www.tempo.co/politik/pengamat-bilang-jokowi-turun-gunung-di-jawa-tengah-untuk-kerek-elektabilitas-prabowo-gibran-94521
Rishan, I. (2020). Risiko Koalisi Gemuk dalam Sistem Presidensial di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(2), 219–240.
Sabrina, A. F., Nugraha, R., & Avicenna, A. H. (2024). Analisis Hukum Partai Politik dalam Koalisi Kabinet Prabowo-Gibran. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 8(4). https://doi.org/10.3783/causa.v8i4.7390
Safitri, K., & Farisa, F. C. (2025, January 26). Anggaran Makan Bergizi Gratis Butuh Tambahan Rp 100 Triliun, Siapa yang Minta? KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2025/01/26/09402931/anggaran-makan-bergizi-gratis-butuh-tambahan-rp-100-triliun-siapa-yang-minta
Sanjaya, M. R. (2016). The Political Economy of Coalition in Indonesia. Journal of Developing Economies, 1(1), 1–11.
Septia, T. (2024, October 21). Daftar Lengkap Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. https://umj.ac.id/just_info/daftar-lengkap-kabinet-merah-putih-prabowo-gibran/
Setuningsih, N. (2024, May 8). Jumlah Kementerian Sejak Era Gus Dur Hingga Jokowi, Era Megawati Paling Ramping. https://nasional.kompas.com/read/2024/05/08/10493971/jumlah-kementerian-sejak-era-gus-dur-hingga-jokowi-era-megawati-paling
Setuningsih, N., Chaterine, R. N., & Octavia, S. (2025, February 16). Ketika Prabowo Akui Rp 24 Triliun Hasil Efisiensi Anggaran untuk Biayai Makan Bergizi Gratis... KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2025/02/16/11275741/ketika-prabowo-akui-rp-24-triliun-hasil-efisiensi-anggaran-untuk-biayai
Sianipar, M. (2024, October 28). Mewaspadai Dampak Buruk Kabinet Gemuk. https://news.detik.com/kolom/d-7610108/mewaspadai-dampak-buruk-kabinet-gemuk
Syahadat, M. I., Arief, I. A., & Efrianto, L. O. (2025). Politik Pork Barrel: Bantuan Sosial (Bansos) Jokowi Menjelang Pemilihan Presiden 2024. Journal Publicuho, 7(4), 2340–2350. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i4.621
Warburton, E. (2024). Private Power and Public Office: The Rise of Business Politicians in Indonesia. Critical Asian Studies, 56(2), 184–206. https://doi.org/10.1080/14672715.2024.2334069
Wasisto, A. (2021). Patterns of Cabinet Formation in Indonesia: the Case of Yudhoyono and Widodo’s Cabinets. Kajian, 26(1), 21–34. http://dx.doi.org/10.22212/kajian.v26i1.3907
White, J. (2013). The Purpose and Processes of Pork-Barrel Politics (SSRN Scholarly Paper No. 2300306). Social Science Research Network. https://papers.ssrn.com/abstract=2300306
Winters, J. A. (2011). Oligarchy. Cambridge University Press.
Wospakrik, D. (2016). Koalisi Partai Politik dalam Sistem Presidensil di Indonesia. Papua Law Journal, 1(1), 142–161.
Yanwardhana, E. (2024, October 23). Ternyata Ini Alasan Prabowo Punya Menteri & Wamen Banyak. https://www.cnbcindonesia.com/news/20241023153834-4-582429/ternyata-ini-alasan-prabowo-punya-menteri-wamen-banyak
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhnizar Siagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










