Panduan Pengarangs

Skop
Tema dari artikel yang diajukan adalah isu-isu pemerintahan, termasuk perkembangan ilmu pemerintahan, kebijakan pemerintah, inovasi pemerintahan, electronic government, digital government, pemerintahan dan politik. Tema-tema lain akan dipertimbangkan kasus per kasus.

Bahasa
Bahasa dalam artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Untuk yang menulis artikel dalam Bahasa Inggris, pastikan bahwa Bahasa Inggrisnya jelas dan benar. Meskipun Editor akan mengedit bahasa yang dipakai, adalah tidak realistis berharap bahwa pengajuan artikel dalam Bahasa Inggris yang tidak standar sepenuhnya diperbaiki. Artikel yang dianggap sukar untuk dibaca dan diinterpretasikan karena masalah, Editor akan bisa menolak untuk memprosesnya.

File dan Jumlah Kata
Penulis mengajukan artikel dengan memakai template jurnal (bisa didownload di link Download), yang diketik satu spasi, tidak lebih dari 10.000 kata, dan filenya dalam bentuk file (Word) .doc, .docx, atau .rtf. Jika total halaman melebihi ketentuan, silakan menghubungi pengelola jurnal dengan menjelasakn alasannya.

Abstrak dan Keywords
Total kata dalam Abstrak antara 100-250 kata, sementara dalam Keyword antara 3-10 kata.

Urutan Bahasan
Gunakan urutan bahasan yang paling umum, yakni judul, penulis, afiliasi dan alamat email corresponding author, abstrak, keywords, pendahuluan, kerangka dasar tori atau tinjauan pustaka, metodologi (jika ada), pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Jika ada ucapan terima kasih, letakkan setelah Kesimpulan. Tabel, bagan, peta, dan sejenisnya diletakkan di teks utama (alur bahasan), walau masih dimungkinkan untuk ditaruh di Lampiran.

Fonts dan SUb-Judul
Gunakan font Cambria untuk semua teks dengan ukuran font 11. Gunakan inden (1 cm) untuk paragraf serta sistem gantung (hanging style) untuk referensi. Hirarkhi sub-judul dan sub sunb-judul bisa dilihat di tempate jurnal ini.

Sumber Rujukan
Penyebutan sumber rujukan mengikuti pola "Nama-keluarga dan tahun" spt (Huntington 1999), (Black & Vaughan 2006), (Henry, Rodds & Kelly 2004). Jika penulis lebih dari tiga orang gunakan et al. atau dkk. Jika mengutip seperti aslinya, tambahkan nomor halaman, mis. (Dougal 2007: 144). Hanya sumber yang dirujuk saja yang dimasukkan di daftar pustaka, dengan contoh sbb:

Buku
Peluso, Nancy Lee. 1992. Rich Forests, Poor People: Resource Control and Resistance in Java. Berkeley, Los Angeles, Oxford: University California Press.

Book Chapters
Lindayati, Rita. 2002. “Ideas and Institutions in Social Forestry Policy.” In Colfer, Carol J., and Resosudarmo, Ida Aju Pradnja. Which Way Forward? People, Forests, and Policymaking in Indonesia. Washington: Resources for the Future

Artikel Journal:
Homer-Dixon, Thomas. 1994. "Environmental Scarcities and Violent Conflict: Evidence from Cases." International Security 2(2):5-40

Proceedings:
John, B. 2007. “The Management of Forest Resources.” Paper presented at the Intternational Conference on Natural Resource Management. Bangkok, University of Chulalongkorn, December 12.

Sumber Internet:
Vallejo, Nancy, and Hauselmann, Pierre. 2004. Governance and Multi-stakeholder Processes. Winnipeg, Canada: International Institute for Sustainable Development. http://www.iisd.org/pdf/2004/sci_governance.pdf (Accessed on June 18, 2006)
Levy, Marc. n.d. Environmental Scarcity and Violent Conflict: A Debate. http://wwics.si.edu/organiza/affil/WWICS/PROGRAMS/DIS/ECS/report2/debate.htm (accessed on May 6, 2001).